USMI IPB” ILKOM’S GROUP”

Just another WordPress.com weblog

kumpulan puisi


Kepergianmu



Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Kepada Jaranireng:  Aku dan Tulisanku


Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku….



Tanpa Judul


Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ….
getaran itu semakin lama semakin sayup… perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin

Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel

Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur



Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,





Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu


Selalu Rasa Cinta

Setiap saat kututup mataku                                                Wajahmu selalu terbayang

terbayang wajahmu                                                            setiap kali mimpiku

setiap saat kututup telingaku                                               ingin ku melupakan

terdengar suaramu                                                              tapi ku tak mampu

Saat kubuka mata ini                                                            Aku sadar aku orang yang tak mampu

bayanganpun hilang kembali                                                  aku sadar aku orang yang jelek

yang ada hanya ku sendiri                                                     tapi seandainya kau melihat hatiku

dan kenyataan kau tak kembali                                             ada sesuatu dalam batinku

yang sangat ingin ku utarakan

Ingin ku utarakan isi dihatiku                                                      padamu..

tapi tak tahu bagaimana caranya

ku sudah tak perduli dengan aturan                                        Rasa cinta yang datang tiba-tiba

yang memandang cinta hanya dengan harta                             aku tak mampu menolaknya

hanya aku tinggal menunggu jawabmu

Kau tahu aku mencintaimu                                                 mungkinkah kaupun menyukaiku

kau tahu aku merindukanmu

tapi mengapa kau jauhi aku                                                       Rasa cinta yang datang tiba-tiba

apa kau ingin menguji aku                                                          aku tak mampu menolaknya

aku pun ingin menjauhinya

Kuselalu rindu                                                                               tapi aku tak kuasa menahannya

setiap waktu

Aku hanya bisa menunggu

Walau hari  berganti                                                            cintaku berlalu

walau bumi terbalik

walau matahari tenggelam                                                                                               by: RHR

dan bulan tak nampak

walau seribu maut menjemputku

ku selalu sayang padamu

Oh Mama Oh hujan tolonglah aku

Oh mama..oh mama                                                         Hujan datang mengiringi langkahku

basahi tubuhku dengan air surgawi alam ini

Kasihmu lebih berharga

dari seluruh harta didunia                                                 Petir menyambar membelah angkasa, langitku

kebaikanmu tak terhingga                                                dengan gemuruh badai dan petir

sepanjang segala masa                                                      bermunculan menghiasi langitku yang gelap ini

Walau terkadang ku menganggapnya salah                      Oh hujan dinginkan aku

kau tak perduli dan masih mencintai                                dari panasnya api yang membara

walau terkadang kau sangat tegas                                     Oh hujan basahi aku

tapi kau penyayang                                                           dari semua amarah dalam dada

Oh hujan tolonglah aku

Maafkan aku yang selalu melawanmu

dan terkadang tak menghiraukanmu                                                                                  by: RHR

jangan biarkan air matamu mengalir

itu adalah surga bagiku

Maafkan aku Mah…….

by:RHR

Cinta Aku Mengerti

Bila kau mencintai seseorang Tak perlu katakan lagi

cintailah dengan cara sederhana aku pun mengerti

karena.. tak perlu banyak bicara

mungkin esok lusa aku tahu

orang yang kau cintai

adalah orang yang paling kau benci Semua telah berlalu

kenangan masa lalu

Dan bila kau membenci seseorang

bencilah dengan cara sederhana Ku akan pergi

karena.. tak akan kembali

mungkin esok lusa ku mengerti

orang yang kau benci ku pergi

adalah orang yang paling kau cintai

Walau kenangan ini tak terasa indah

by: SaRAH kan selalu kuingat

walau saat-saat bersamamu

tinggalah mimpi bagiku

Tahun ke-3

Ini adalah tahun ketiga kita bersama
Menanti berlabuhnya asa di satu biduk cinta terindah
Terombang ambing di tengah lautan luas nan ganas
Berteman satu dayung dan satu tekad

Untungnya…
Perahu ini tetap kokoh seperti mula
Meski ombak tak henti menerjang
Meski pasang sering menenggelamkan harapan
Engkau tetap percaya, engkau tetap mengerti
Engkau tetap menanti
Tak ingin kembali, tak ingin berhenti
Engkau terus ingin bersamaku hingga ke tepi
Di pelabuhan terindah
Bersama cinta dan rindu yang kita punya
Tanpa memandang apa, siapa, tapi bagaimana

Ini adalah tahun ketiga kita bersama
Penantian tanpa letih, kesabaran diuji
Di saat satu persatu cinta dua insan biasanya t’lah mati
Engkau tetap disini, tak sedikitpun isyaratkan letih

Percayalah…
Ketulusanmu takkan pernah terganti
Keyakinan dan harapanmu kan terwujud abadi
Sebab kita berjanji bukan sekedar bermimpi

Cinta


Kutanam sapaku di ladangmu, kasih;
lembut kau sambut dengan senyum;

musim semi ini bermekaran mewangi;
petiklah setangkai, cium baunya;
jangan lagi ada sesal
jika tak seharum milikmu di masa lalu
Kubingkai lukisan cinta di piguramu;
pajanglah di relung hatimu;
pandanglah bila kau rindu;
jangan ada ragu
bila tak seindah milikmu di masa lalu

Cinta 2

Benang itu telah kita urai, kasihku
kini terangkai dalam rajutan cinta
senyumlah dan genggam tanganku
langkahkan kaki menuju matahari

Cinta 3

Tlah kita susuri jejak cinta di pasir pantai
Buih dan debur ombak bergulung
Awan dan angin menyisir rambutmu
Mari kita gapai bahagia bersamaku
Jangan pula ada kecewa jika tak seperti anganmu

Pengakuan

Tataplah mataku, kasih, tanpa gemetar . Riak gelombang
terpantul bersama luka menganga. Sudah sekian lama
mendera sukma
Sentuhlah jantungku, kasih, rasakan gejolak denyut
kegundahan; sudah lama mengoyak jiwa
Sia-sia kau katupkan bibirmu sebab telah kubaca
lembar-lembar pengakuanmu, jujur kau tuliskan: “nafsu
tak terkendali….”

Jangan takut, kasih, tatap mataku dengan berani.
Sambut tanganku, mari kita lambaikan untuk waktu
yang telah berlalu, walau luka itu tak mungkin
mengatup. Kubuka pengampunanku, ikhlas kuterima air
matamu karena, ternyata
kau masih perawan di malam pertama.

Kenangan

Jalan panjang terbentang itu bukan lamunan,
sayang. Telah kita rintis sejak dalam buaian.
Percuma kau kenang kekasihmu dulu. Kini kau cuma
milikku. Pendam kecewamu, jangan harap lagi masa
lalu membalik diri.

Hujan kala itu di Kaliurang, jadi kenanganmu.
Jangan lagi kauharap kembali, sebab ia tak mungkin
datang lagi.

Tatap mataku, sayang. Jangan lagi palingkan muka.
Jangan lagi menoleh ke belakang. Di rumah ini hanya
ada kita berdua.

Pertarungan

Hitam lembar itu telah kusibak, dengan kelancangan.
Catatan luka menganga memiriskan hati.
Bukan aku suci jika darahku menggumpal dan tanganku mengepal.
Dan, pertarungan itu tak pernah berakhir.
Lukamu, lukaku, jadikan satu.

P E R P I S A H A N
buat dita indah sari

Jurang antara kita tlah terbentang
lepaskan tangan saling genggam
tak kan lagi kita bernaung satu payung
maka lambaikan tangan, sayang
biarkan aku terbuang.
Bukan kanan atau kiri
bukan pula pilihan mati atau masuk bui
tapi beda cara pandang kita pada batas cakrawala
mesti kita sadari.
Tak penting tuk disesali, kasih
cinta bukan tali satukan hati
biarkan aku pergi
perpisahan ini mesti terjadi.
Jangan lagi ditangisi, kasihku
tanggalkan kecup mesra kenangan semalam
lupakan bisikan tentang cinta asmara.
Selamat berjuang, sayangku
tetap tegak di medan palagan
gapai mataharimu
sinari lorong-lorong kumuh kota
terangi gubuk-gubuk kusam berdebu
bebaskan mereka yang dihisap angkara peradaban.
Di puncak pergolakan penghabisan
kita berjumpa memimpin massa
kibarkan bendera yang sama.

SAJAK CINTA UNTUK DITA

Ketika rakyat berkubang dalam genangan air mata
kita berjumpa

Tatkala petani terusir dari tanah leluhurnya
kita bersua

Saat buruh acungkan kepalan tangan menuntut haknya
kita saling jatuh cinta
karena kita di antara penderitaan mereka
darah kita mengalir di nadinya.

Tapi kini kau begitu jauh
jauh tak terengkuh
oleh angan dan harapan
setelah aku terbuang.

Lewat kangenku pada jalanan
lewat rinduku pada pekik perlawanan
kukirim salam untukmu
meski kau tinggal bayang-bayang semu
ataukah aku yang selalu ragu
pada landasan yang selama ini jadi pijakan
cita-cita masyarakat tanpa penindasan.

Rinduku padamu, Dita
laksana bayi rindukan tetek ibunya
ketika lapar dan dahaga.

Cintaku padamu, Dita
kini terbawa angin senja
kulambaikan tangan perpisahan
sambil mendekap dada yang terluka.

The Dreaming in the Heart Garden

now,
it’s time to stop counting the days
the days without edged
that more and more torture me
long time I have crossed the memory desert
in the beautifully shining of yours eyes
the beautifully smiling of yours
accompanying my step to walk along
the road of the heart garden
carving the memory with you

now,
it’s time to stop counting the days
that torture me
I have exhausted to wait for you
in full of disappointment
so overwrought
on the beautifully roses
save thorn

in the beautifully heart garden
actually only the dreaming
the thorn, my dear
how a wild to hurt my heart
so I realize that everything is only
the dreaming
because I fail to possess you
you are obviously not my possession
and the waving of your hand: say good bye
so much tear the hurt in my heart
good bye, my dear
don’t you go back in to may life forever

MIMPI DI TAMAN SURGAWI

kini
sudah saatnya aku berhenti
menghitung hari tak bertepi
yang kian menyiksa diri
telah lama kujelajahi padang kenangan
dalam redup sendu cahaya matamu
senyum manismu
kecantikan wajahmu
mengiringkan langkahku menapaki taman surgawi
terukir kenangan bersamamu

kini
telah saatnya aku berhenti
menghitung hari
yang kian menyiksa diri

pada mekarnya mawar
menyimpan duri
pada indahnya taman surgawi
ternyata hanya mimpi
duri itu, kasih
begitu ganas menusuk ke ulu hati
hingga aku sadar diri
semuanya hanya mimpi
sebab tak mungkin kau kumiliki
lambaian tanganmu kasih
kian menoreh luka di hati
selamat tinggal kasih
dan jangan kau kembali

Penantian

kini
sudah saatnya
berhenti menghitung hari
yang tak bertepi
telah lama kutelusuri pasir pantai
kutinggalkan jejakku di sana
kucari bayangmu di batas cakrawala
di atas garis laut
kucari merdu suaramu
di antara debur ombak yang menggulung
pasir pantai, karang, dan debur ombak
saksi penantianku

kini
sudah saatnya berhenti
menghitung hari
yang tak bertepi
telah lelah aku menanti
kuputuskan: biarlah aku sendiri
karna ternyata engkau bukan untukku

kini
sudah saatnya berhenti menghitung hari
kulambaikan tanganku
sambil mendekap dada yang terluka
selamat tinggal sayang
tak kuharap kau kembali

April 11, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: